Tampilkan postingan dengan label don't like. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label don't like. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Februari 2016
Tokyo Babylon
Sisi kelam dunia model, itulah premis yang saya tangkap dari kisah ini.
Fukuyama Otone adalah model yang sedang naik daun, dan dipuja banyak orang.
Sayang, sifat Otone jauh dari sempurna. Bahkan kekasih yang selalu setia mendampinginya dianggap tak lebih dari kacung semata.
Karma menghampiri Otone lebih cepat dari yang dibayangkan. Masa kejayaan Otone memudar dengan naiknya seorang pendatang baru, yang bahkan merebut kekasihnya.
KALAU ini masih tahun 90-an, plot-nya mungkin mengarah ke bagaimana Otone memulai kembali dari bawah dengan mental yang lebih baik.
Sayangnya, novel ini seolah tidak mengedepankan pola pikir 'manusia bisa berubah' dalam artian positif.
Tapi saya harus memberi acungan jempol untuk plot-device tentang kekasih Otone, serta ending buku ini.
Rabu, 30 Desember 2015
Prince of Thorns
Balas dendam, pengkhianatan, dan amoralitas - itulah yang saya dapat dari buku pertama The Broken Empire series ini.
Sebenarnya, titik awal balas dendam si tokoh utama sangat wajar (agak tipikal shonen manga, tapi sudahlah), sayangnya dia kemudian digambarkan jadi sama saja bejatnya dengan pelaku pembunuhan keluarganya, dan ayahnya yang tutup mata tentang insiden yang bersangkutan.
Saya bukannya anti novel keras, tapi sepertinya selaku tokoh utama, Jorg tak bisa mengulik simpati saya.
Dengan tema yang agak mirip, dan dunia yang sama kerasnya, saya lebih relate pada Taiga Kengo di GENEZ series.
Tapi, satu yang saya cukup puji dari buku ini adalah settingnya, yang ternyata bumi di masa depan.
Bukan alternate universe atau masa lalu.
Masalah berikutnya adalah... Mana buku keduanya, wooooiiii!!
Selasa, 08 Desember 2015
Shadow And Bone
Pertama-tama, saya mau bilang;
Peduli amat tentang Rusia-nya, deh.
Saya nggak mau sok tahu, karena pengetahuan saya tentang budaya Rusia sangatlah minim. Tentang nick-name yang amat-sangat-tidak-nyambung dalam budaya mereka pun termasuk pengetahuan baru yang saya dapat waktu mengedit sebuah buku non-fiksi setahun silam. Plus, ini toh settingnya fiksi, bukan alternate Rusia. Jadi, okelah. Kalaupun ini memang Rusia-wannabe-yang-gagal, saya nggak akan bawel tentang itu.
Toh saya sendiri biasanya juga nggak terlalu memikirkan yang semacam itu, kecuali weeabo-nya udah akut.
Tapi, sebagai yang suka kisah action dan punya ketertarikan khusus pada akademi berbau militer dalam fikfan, saya akan tegaskan satu hal;
AKADEMI GRISHA MENDINGAN GANTI STATUS JADI AKADEMI BORJU GAJE AJA!!!
Akademi militer?
Tapi anak baru, yang notabene bukan orang yang 'tumbuh' di medan perang atau wilayah konflik bisa langsung 'klik' di sana?
Tidak ada culture shock berat?
Tidak ada tumbang - duh, setidaknya 'teler' akibat pelajaran yang MESTINYA tidak lazim?
Tidak ada pelajaran bertarung, fisika sihir, sejarah hitam dalam hukum internasional dan sebagainya?
Senior gila martial arts?
Atau setidaknya orang yang doyan menjajal kemampuan anak baru??
Alih-alih semua itu, saya malah diberi...
PENATA RAMBUT?
Oke, MUNGKIN... Sepertinya, ini agak tercampur dengan akademi militer yang memang dikhususkan untuk keluarga kerajaan.
TAPI!!
Sekali lagi saya mau teriak,
APA GUNANYA BIKIN SETTING AKADEMI MILITER KALAU SEMUA ASPEK KEHIDUPAN SEKOLAH YANG DITAMPILKAN TIDAK ADA BAU MILITERNYA!?
SAMA SEKALI!! TIDAK!! ADA!! MILITER-MILITERNYA!!!
Akademi Militer?
Hah!
Iya, Akademi Militer yang sudah terkena Iikagen Kutabare Kick alias Tendangan Cepat Mampus Sana Luh!!!
Tentang plot...
Saya mesti akui, IDE AWAL tidaklah jelek.
Sayangnya, kurang kuat untuk sebuah fiksi fantasi - setidaknya bagi standar saya pribadi.
Saya tidak minta yang super kelam, atau sok njelimet, kok.
Tapi, kalaupun mau pakai trope yang sudah kental, saya akan lebih menghargai kalau tidak pasang trope cowok-kelam-dingin-misterius!!
Akhir kata, saya mau coba lihat buku selanjutnya.
Tapi saya nggak mau berharap banyak, deh...
Mode saya untuk serial ini sudah masuk ke 'Di Dunia Ini Tak Ada Harapan Versi: Akademi Militer'
Minggu, 01 November 2015
A Girl Who Loves A Ghost
Mungkin ini kedengaran (terlihat? terserah deh pilih yang mana) ngotot, tapi saya akan kembali bilang;
Cerita roman itu bukan ranah favorit saya, serius, deh.
Memang kadang ada yang perkecualian, tapi yang satu ini sayangnya tidak.
Buku ini sangat tepat sasaran.
ALIAS KADAR ROMANNYA AMAT SANGAT OVERLOAD BAGI KEPALA SAYA T__T
Memang ada nuansa suspensnya, tapi sejujurnya, sangat kurang!
Cuma, saya paham, bagaimanapun buku ini dimaksudkan fokus ke romannya. Dan itu dilakukan dengan baik. Yeah, terlalu baik, malah...
Buku ini berkisah tentang seorang mahasiswi biasa dan arwah cowok yang apes, dibunuh ketika berusaha membongkar penipuan yang akan menimpa perusahaan keluarganya.
Para antagonis di sini semuanya bangsat bin bajingan jadi saya sangat merasa cara mereka dapat ganjaran itu super kurang kejam, tapi sekali lagi, ini bukan buku yang menjual kekerasan, jadi OK, deh.
Sisi lain yang oke, penulisan rapih. Tokoh utama juga, terlepas banyak tsukkomi saya buat dia, karena cukup berguna, bolehlah. Apalagi buat cewek yang benernya nggak ada sejarah kekerasannya.
Si cowok? Dia kasihan, tapi sepanjang paruh awal cerita saya punya godaan gede untuk nonjok diaaa ^^;;;
Kesimpulan!
Pilihan bagus buat yang doyan roman poll.
Sabtu, 31 Oktober 2015
Castlevania: The Belmont Legacy
Pertama-tama, izinkan saya kasih peringatan dini.
Saya selalu super subjektif kalau bikin review.
Iya lah. Memang ada gitu orang pasang review di sini objektif 300%? Tapi sudahlah.
Intinya, saya bukan ahli Castlevania.
Main Symphony of The Night aja saya KO dengan sangat menyedihkan waktu Alucard jadi melempem gara-gara Death.
Saya lumayan berjaya waktu JUDGEMENT, karena itu game fighting. Sisanya?
HIDUP CHEAT!!
Yah, tapi jago nggak jago bukan berarti nggak boleh suka, kan?
Jadi, biar nggak terlalu nelangsa, saya ngikutin hampir semua media-mix Castlevania series.
Tapi waktu baca komik ini, saya jadi ingat kata-kata seorang reviewer dodol;
"WHAT WERE THEY THINKING!!??"
Yeah.
Komik ini, walau gambarnya nggak jelek, ceritanya bikin saya nangis karena kebangetan nyimpangnya!!
KALAU komik ini dibuat sebelum ada Castlevania: Lament of Innocence, yang rilis tahun 2003, mungkin saya nggak akan sekeki ini.
TAPI!
Ini udah jelas ada tentang Dracula itu siapa, dan kenapa klan Belmont punya seteru sama orang patah hati satu itu, kok ya malah diacak-acak lagi di sini!!
Kabarnya komik ini diangkat dari Castlevania: The Adventure. Oke, ngasih cerita lebih dalam buat sesuatu yang sesingkat game ybs itu nggak salah, tapi, plis, deh, mbok ya setidaknya sisakan gitu, canon dari cerita aslinya!
Ngasih nama Belmont, ngasih tragedi pernikahan (yaa, di Belmont yang tercatat pernikahan bahagia kayaknya cuma Ralph/Trevor dan Syphas sih, ya), ngasih Dracula dan Succubus, nggak menjadikan ini masuk ke universe Castlevaniaaaaaaaaaa!!!!
Oh...
Saya lupa sebut Vampire Killer, ya? Yeah, cambuk itu masuk, kok. BAGUSNYA. Kalau sampai itu lupa juga, kayaknya memang, komik ini layak masuk jajaran Lord of Darkness Series, yang jelas beda universe sama Castlevania klasik.
The best way to sum this up is to recite a very famous quote from William Shakespeare. "F*** it!"
Jumat, 28 November 2014
SPORA
Pertama-tama, saya mau menegaskan satu hal;
SAYA INI PENAKUT.
SANGAT penakut.
Saya selalu ngeper tiap kali baca literatur tentang horor dan segala yang berbau okultisme, tapi bukannya benci. Suka malah. Cuma menghindari 'mati' sendiri, jadi mesti ada yang mendampingi kalau lagi nonton atau baca yang berbau horor.
Kenapa saya ngoceh begitu di awal?
Karena saya mau menegaskan, penilaian saya pada buku ini BUKAN karena saya benci horor.
Gampangnya, buku ini berkisah tentang 'Jamur' yang menginfeksi manusia, lalu jadi...anggaplah seperti plot game-game zombie apocalypse dan sejenisnya. SAYANGNYA, beberapa bagiannya terasa terlalu...aneh?
Terutama endingnya!!
MIKIR APA PARA PEGAWAI NEGERI ITU, SIIIIH!!!
Yang ini, bukan cuma untuk SPORA.
Saya ingin meneriakannya pada dunia;
KENAPA SIH PEMERINTAH SELALU KESANNYA NGGAK KOMPETEN MENGHADAPI BENCANA SERIUS MACAM INIIIIII!!!
Langganan:
Postingan (Atom)





