Tampilkan postingan dengan label not bad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label not bad. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2016

Harmony



Capek bacanya, itu komen pertama saya buat buku ini.
Bukan karena gaya bahasa sih, tapi lebih ke istilah-istilah asing (kalau nggak mau disebut gaje!) di dalamnya.

Harmony bercerita tentang dunia masa depan, dimana kehidupan manusia sangat dijaga oleh dunia, dengan memanfaatkan teknologi...mungkin semacam nanomachine, ya? Pokoknya, di dalam diri manusia ditanamkan program yang mendeteksi dan menyarankan segala hal, mulai dari nilai gizi makanan, sampai peringatan bahayanya menyentuh benda elektronik dengan tangan basah. Tak ada penyakit, tak ada terorisme - dunia yang sepintas terlihat seperti surga. Tapi, bagi Kirie Tuan, dunia ini sama sekali tak menggairahkan.

Sewaktu remaja, Tuan bertemu Mihie Miach, seorang gadis unik yang amat sangat cerdas, dan membenci dunia yang sangat damai ini. Miach memberi pengaruh sangat besar dalam kehidupan Tuan, terutama setelah Miach tewas bunuh diri sebagai bentuk protes terhadap dunia yang 'ramah' ini. 13 tahun setelahnya, Tuan menjadi agen WHO, dan terlibat dalam kasus bunuh diri massal yang janggal, dan juga merenggut nyawa Cian; teman lamanya, yang dahulu merencanakan bunuh diri bersama-sama Tuan dan Miach.

Banyak yang berkomentar, ada baiknya membaca ini dulu baru menonton movie-nya. Dan saya cukup setuju, karena walau gol-nya sama, ada perbedaan di antara dua versi ini. Cuma, kalau saya boleh subjektif, versi movie-nya lebih terasa bikin miris di akhir.

Minggu, 20 Maret 2016

Shonen Princess - Putri Harimau Naoko



Naotora adalah putra Menteri Luar Negeri Jepang, yang gara-gara ulah ayahnya terpaksa menikah dengan Pangeran dari Kerajaan Urunei.

Kerajaan mana itu? Biar saya beri tahu.
Inilah petanya;



Jadi, sekarang tahu kan, kenapa sub-judulnya kayak begitu?
Maksudnya ini Brunei, kali, ya?

Singkat cerita, Nao disuruh menyamar jadi cewek (yang untungnya sukses berkat mukanya yang imut) dan menikahi Pangeran Ahmad. Nao tentu saja ogah setengah mati, tapi memang sudah takdir (baca: apes), semua tindakannya untuk membuat pihak Urunei hilang selera, malah berbalik membuat orang menyukainya. Dan tentu saja Pangeran Ahmad pun tak terkecuali.

Tapi, kejutan bagi Nao belum usai, karena ternyata Pangeran Ahmad yang super ganteng sampai bisa membuat Nao deg-degan adalah... seorang cewek. Seksi pula.

Dalam satu kata, komik ini adalah cerita bodoh. Memang ada masalah politik di dalamnya, tipikal perebutan kekuasaan dan sejenisnya, tapi, saya cukup suka idenya yang reverse, dan sesekali lucu juga melihat cowok pontang-panting cross-dress seperti ini. Endingnya, sedikit menyisakan masalah tak terpecahkan, tapi overall, memuaskan.

Sabtu, 05 Maret 2016

Daughter of Smoke and Bone



Sebuah dunia dimana di sisi kehidupan 'membosankan' manusia yang terkesan monoton terdapat Malaikat dan Chimera, yang terus bertarung untuk sesuatu yang - di awal ini setidaknya - sudah sangat samar karena lamanya.

Secara konsep, saya mengakui novel ini OK.
Penokohan pun tidak terlalu buruk. Setidaknya saya bisa suka pada satu-dua karakter. Itu sudah poin lebih.
Narasi juga menarik, walau kadang membuat lelah, tapi kemasannya indah, jadi mata tetap bisa terpaku pada tulisan.

Satu-satunya yang membuat saya JENUH dan lama-kelamaan sebal pada cerita ini adalah keberadaan Akiva.

Pertama, betapa dia digambarkan sempurna.
Kedua, atribut-atribut yang semuanya mengacu pada pola GARY STU alias TOKOH SUPER SINETRON.

Ketiga, sekalipun bukan ranah favorit, saya cukup tolerir pada percintaan. Dan pecintaan di sini jelas melampaui batas tolerir saya.

Sejujurnya, saya penasaran pada kelanjutan buku ini.
Masalahnya, apa saya bisa tahan dengan Akiva LAGI?

Minggu, 28 Februari 2016

Misteri Patung Garam



Terjadi kasus pembunuhan misterius, yang jelas-jelas dilakukan oleh orang sinting. Semua korban diawetkan oleh garam, dan diposekan sedemikian rupa, entah untuk tujuan apa. Kiri, penyelidik khusus yang ditunjuk oleh polisi melacak jejak sang pelaku, sambil menjalani kehidupannya yang jadi agak gaduh setelah memungut seorang anak jalanan. Untung bagi Kiri, kekasihnya tidak memprotes ulah Kiri yang seperti memungut kucing liar ini.

Salah satu poin plus buku ini adalah nyaris tak ada karakter yang jadi sekedar pajangan belaka. Misteri yang disajikan juga oke, dalam artian tidak murahan, dan alasan si pelaku... Yah, saya hanya akan bilang, namanya juga orang sinting.

Satu-satunya keluhan saya hanyalah endingnya, yang terlalu mengindikasikan sekuel, padahal saya pribadi menganggap ini sebaiknya sudah cukup sampai sini.

Tentu saja, kalau pengarang merilis kisah baru dengan tokoh utama yang sama, pasti saya baca.

Senin, 30 November 2015

Rahasia Hujan



Yandere parah, itulah gambaran singkat-jelas-padat tentang buku ini.

Lebih jelasnya, ini kisah tentang seorang cowok yang apes, karena ditaksir oleh cewek psikopat yang kemudian tergila-gila pada dirinya, dan kemudian membuat hidupnya jungkir-balik.

Tipikal thriller, yang sebenarnya tidak buruk. Cover memberi sedikit spoiler tentang bagaimana emosi kita bakal dikocok nantinya. Penulisannya juga rapih, enak dibaca, dan ketegangannya ada.

TAPI!!

1. Flow ceritanya bukan tipe favorit saya (yandere itu nggak baik buat kesehatan, serius)
2. Beberapa point SANGAT off buat saya. Terutama tentang penanganan PTSD si cowok setelah kasus.

Jadi intinya!!
Ini buku yang OK, tapi masih bisa lebih bagus lagi mestinya./

Minggu, 01 November 2015

A Girl Who Loves A Ghost



Mungkin ini kedengaran (terlihat? terserah deh pilih yang mana) ngotot, tapi saya akan kembali bilang;

Cerita roman itu bukan ranah favorit saya, serius, deh.

Memang kadang ada yang perkecualian, tapi yang satu ini sayangnya tidak.

Buku ini sangat tepat sasaran.
ALIAS KADAR ROMANNYA AMAT SANGAT OVERLOAD BAGI KEPALA SAYA T__T

Memang ada nuansa suspensnya, tapi sejujurnya, sangat kurang!

Cuma, saya paham, bagaimanapun buku ini dimaksudkan fokus ke romannya. Dan itu dilakukan dengan baik. Yeah, terlalu baik, malah...

Buku ini berkisah tentang seorang mahasiswi biasa dan arwah cowok yang apes, dibunuh ketika berusaha membongkar penipuan yang akan menimpa perusahaan keluarganya.

Para antagonis di sini semuanya bangsat bin bajingan jadi saya sangat merasa cara mereka dapat ganjaran itu super kurang kejam, tapi sekali lagi, ini bukan buku yang menjual kekerasan, jadi OK, deh.

Sisi lain yang oke, penulisan rapih. Tokoh utama juga, terlepas banyak tsukkomi saya buat dia, karena cukup berguna, bolehlah. Apalagi buat cewek yang benernya nggak ada sejarah kekerasannya.
Si cowok? Dia kasihan, tapi sepanjang paruh awal cerita saya punya godaan gede untuk nonjok diaaa ^^;;;

Kesimpulan!

Pilihan bagus buat yang doyan roman poll.

Selasa, 06 Januari 2015

The Last: Naruto the Movie



Banyak yang kecewa dengan movie terakhir Naruto. Tapi beberapa suara mengatakan novelnya jauh lebih worth-it. Jadi? Saya pilih novelnya, tentu.
Dan memang, saya jadi paham kenapa ada yang marah-marah. Selain karena Naruto akhirnya memilih Hinata, para tokoh 'laku' benar-benar cuma setor muka di sini. Sasuke? Dia hanya muncul TIGA halaman. Kakashi juga, tak lebih dari 10 halaman porsinya. Para karakter keren lain? Lupakan saja.

Dari segi cerita, terlepas banyak aksi, tetap bukan fokus pada jurusbaru atau pertarungan. Buku ini tidak seperti Naruto manga, ini lebih seperti...
Star Wars Episode 2? Minus dialog bikin gubraks, tentunya (saya suka SW, tapi Anakin mendingan belajar ngerayu, deh).

Intinya, kalau mau melihat bagaimana Naruto akhirnya memilih Hinata, buku inilah jawabannya. Dan kesampingkan suara negatif yang ngotot alasan itu 'maksa', satu kata dari Sakura sudah menjelaskan 'alasan' itu. 

Saya terutama suka epilognya, yang memang sesuai untuk Last ini. 

Terima kasih atas 15 tahun yang panjang dan sering kali bosan, Kishimoto-Sensei!
Setidaknya saya nggak akan lupa, anda masih bisa bikin saya nangis membaca episode tertentu. Tapi plis, tepati janji, ya. Akhiri di sini semuanya.

Senin, 10 November 2014

Gerbang Trinil



Saya sebenarnya galau waktu membaca buku ini...

Secara tema, saya suka.
Masalahnya, unsur percintan di dalamnya agak over-dose buat selera saya!!

Tapi sekali lagi saya tegaskan, buku ini BUKAN ampas. Sama sekali!!

Pengarang menyampaikan dengan baik apa yang ingin dia sampaikan dalam ceritanya (mari berharap saya nggak salah tafsir). Agak sedikit dragging di beberapa bagian, tapi tidak sampai bikin saya sewot.
So, yeah. This is OK.

Singkatnya, ini kisah tentang alien yang sejak zaman nenek moyang...koreksi. Jauuuuuh sebelum manusia bisa memelihara ayam, ada alien yang 'terdampar' di bumi. Dan karena satu dan lain hal, mereka harus menculik wanita bumi, untuk membantu reproduksi kaum mereka, lalu Areta sang tokoh utama terlibat di dalamnya.

Tergantung orang, mungkin ada yang menganggap alasan para alien ini sangat tolol.

Tapi buat saya, sangat masuk akal, kok, bahwa mereka mau memastikan adanya keturunan ini.
I mean, naluri untuk meninggalkan keturunan itu sesuatu yang wajar kok sebagai makhluk hidup.

Satu lagi yang saya agak kesal, layout buku ini bikin mata capek!!

Tapi selain itu, pengarang ini layak dipantau buku-buku selanjutnya.