Tampilkan postingan dengan label english. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label english. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2016

The Red Pyramid



Alasan utama saya mengambil buku ini; saya suka cerita yang mengocok-ocok mitologi. Apalagi kali ini mitologi MESIR yang diangkat.

Mesir sudah jadi salah satu bagian penting dalam sejarah karier saya, berkat CMB dan Domitor Leo. Kesampingkan kisah-kisah kurang menyenangkannya dulu, konsep dewa-dewi mereka serta kehidupan alam gaibnya selalu menarik untuk dibaca.

Dan tentang buku ini sendiri, kali ini pun saya puas dengan lelucon garing pengarang (serta kelihaian penerjemah) yang disusupkan dalam situasi yang sebenarnya sedang genting.

Secara singkat, novel ini berkisah tentang kakak-beradik Kane, yang hidup tercerai-berai semenjak insiden misterius yang menyebabkan ibu mereka menghilang. Carter dan Sadie bertemu kembali bertahun-tahun kemudian saat ayah mereka mencoba melakukan sebuah ritual di British Museum. Ternyata ini malah membuat keduanya kehilangan ayah juga, dan terpaksa bahu-membahu bertahan hidup dari monster-monster dan makhluk yang selama ini hanya mereka kenal dari mitologi belaka.

Satu-satunya yang saya cemaskan cuma...
Please, cerita ini jangan ditarik-ulur nantinya!! Jangan kayak yang satunya lagi...!!

Rabu, 30 Desember 2015

Prince of Thorns



Balas dendam, pengkhianatan, dan amoralitas - itulah yang saya dapat dari buku pertama The Broken Empire series ini.

Sebenarnya, titik awal balas dendam si tokoh utama sangat wajar (agak tipikal shonen manga, tapi sudahlah), sayangnya dia kemudian digambarkan jadi sama saja bejatnya dengan pelaku pembunuhan keluarganya, dan ayahnya yang tutup mata tentang insiden yang bersangkutan.

Saya bukannya anti novel keras, tapi sepertinya selaku tokoh utama, Jorg tak bisa mengulik simpati saya.
Dengan tema yang agak mirip, dan dunia yang sama kerasnya, saya lebih relate pada Taiga Kengo di GENEZ series.

Tapi, satu yang saya cukup puji dari buku ini adalah settingnya, yang ternyata bumi di masa depan.
Bukan alternate universe atau masa lalu.

Masalah berikutnya adalah... Mana buku keduanya, wooooiiii!!

Selasa, 08 Desember 2015

Shadow And Bone



Pertama-tama, saya mau bilang;
Peduli amat tentang Rusia-nya, deh.
Saya nggak mau sok tahu, karena pengetahuan saya tentang budaya Rusia sangatlah minim. Tentang nick-name yang amat-sangat-tidak-nyambung dalam budaya mereka pun termasuk pengetahuan baru yang saya dapat waktu mengedit sebuah buku non-fiksi setahun silam. Plus, ini toh settingnya fiksi, bukan alternate Rusia. Jadi, okelah. Kalaupun ini memang Rusia-wannabe-yang-gagal, saya nggak akan bawel tentang itu.
Toh saya sendiri biasanya juga nggak terlalu memikirkan yang semacam itu, kecuali weeabo-nya udah akut.

Tapi, sebagai yang suka kisah action dan punya ketertarikan khusus pada akademi berbau militer dalam fikfan, saya akan tegaskan satu hal;

AKADEMI GRISHA MENDINGAN GANTI STATUS JADI AKADEMI BORJU GAJE AJA!!!

Akademi militer?
Tapi anak baru, yang notabene bukan orang yang 'tumbuh' di medan perang atau wilayah konflik bisa langsung 'klik' di sana?
Tidak ada culture shock berat?
Tidak ada tumbang - duh, setidaknya 'teler' akibat pelajaran yang MESTINYA tidak lazim?
Tidak ada pelajaran bertarung, fisika sihir, sejarah hitam dalam hukum internasional dan sebagainya?
Senior gila martial arts?
Atau setidaknya orang yang doyan menjajal kemampuan anak baru??
Alih-alih semua itu, saya malah diberi...
PENATA RAMBUT?

Oke, MUNGKIN... Sepertinya, ini agak tercampur dengan akademi militer yang memang dikhususkan untuk keluarga kerajaan.

TAPI!!
Sekali lagi saya mau teriak,
APA GUNANYA BIKIN SETTING AKADEMI MILITER KALAU SEMUA ASPEK KEHIDUPAN SEKOLAH YANG DITAMPILKAN TIDAK ADA BAU MILITERNYA!?
SAMA SEKALI!! TIDAK!! ADA!! MILITER-MILITERNYA!!!

Akademi Militer?
Hah!
Iya, Akademi Militer yang sudah terkena Iikagen Kutabare Kick alias Tendangan Cepat Mampus Sana Luh!!!


Tentang plot...
Saya mesti akui, IDE AWAL tidaklah jelek.
Sayangnya, kurang kuat untuk sebuah fiksi fantasi - setidaknya bagi standar saya pribadi.
Saya tidak minta yang super kelam, atau sok njelimet, kok.
Tapi, kalaupun mau pakai trope yang sudah kental, saya akan lebih menghargai kalau tidak pasang trope cowok-kelam-dingin-misterius!!
Akhir kata, saya mau coba lihat buku selanjutnya.
Tapi saya nggak mau berharap banyak, deh...
Mode saya untuk serial ini sudah masuk ke 'Di Dunia Ini Tak Ada Harapan Versi: Akademi Militer'