Banyak yang kecewa dengan movie terakhir Naruto. Tapi beberapa suara mengatakan novelnya jauh lebih worth-it. Jadi? Saya pilih novelnya, tentu. Dan memang, saya jadi paham kenapa ada yang marah-marah. Selain karena Naruto akhirnya memilih Hinata, para tokoh 'laku' benar-benar cuma setor muka di sini. Sasuke? Dia hanya muncul TIGA halaman. Kakashi juga, tak lebih dari 10 halaman porsinya. Para karakter keren lain? Lupakan saja. Dari segi cerita, terlepas banyak aksi, tetap bukan fokus pada jurusbaru atau pertarungan. Buku ini tidak seperti Naruto manga, ini lebih seperti... Star Wars Episode 2? Minus dialog bikin gubraks, tentunya (saya suka SW, tapi Anakin mendingan belajar ngerayu, deh). Intinya, kalau mau melihat bagaimana Naruto akhirnya memilih Hinata, buku inilah jawabannya. Dan kesampingkan suara negatif yang ngotot alasan itu 'maksa', satu kata dari Sakura sudah menjelaskan 'alasan' itu. Saya terutama suka epilognya, yang memang sesuai untuk Last ini. Terima kasih atas 15 tahun yang panjang dan sering kali bosan, Kishimoto-Sensei! Setidaknya saya nggak akan lupa, anda masih bisa bikin saya nangis membaca episode tertentu. Tapi plis, tepati janji, ya. Akhiri di sini semuanya. |
Selasa, 06 Januari 2015
The Last: Naruto the Movie
Jumat, 28 November 2014
SPORA
Pertama-tama, saya mau menegaskan satu hal;
SAYA INI PENAKUT.
SANGAT penakut.
Saya selalu ngeper tiap kali baca literatur tentang horor dan segala yang berbau okultisme, tapi bukannya benci. Suka malah. Cuma menghindari 'mati' sendiri, jadi mesti ada yang mendampingi kalau lagi nonton atau baca yang berbau horor.
Kenapa saya ngoceh begitu di awal?
Karena saya mau menegaskan, penilaian saya pada buku ini BUKAN karena saya benci horor.
Gampangnya, buku ini berkisah tentang 'Jamur' yang menginfeksi manusia, lalu jadi...anggaplah seperti plot game-game zombie apocalypse dan sejenisnya. SAYANGNYA, beberapa bagiannya terasa terlalu...aneh?
Terutama endingnya!!
MIKIR APA PARA PEGAWAI NEGERI ITU, SIIIIH!!!
Yang ini, bukan cuma untuk SPORA.
Saya ingin meneriakannya pada dunia;
KENAPA SIH PEMERINTAH SELALU KESANNYA NGGAK KOMPETEN MENGHADAPI BENCANA SERIUS MACAM INIIIIII!!!
Senin, 10 November 2014
Gerbang Trinil
Saya sebenarnya galau waktu membaca buku ini...
Secara tema, saya suka.
Masalahnya, unsur percintan di dalamnya agak over-dose buat selera saya!!
Tapi sekali lagi saya tegaskan, buku ini BUKAN ampas. Sama sekali!!
Pengarang menyampaikan dengan baik apa yang ingin dia sampaikan dalam ceritanya (mari berharap saya nggak salah tafsir). Agak sedikit dragging di beberapa bagian, tapi tidak sampai bikin saya sewot.
So, yeah. This is OK.
Singkatnya, ini kisah tentang alien yang sejak zaman nenek moyang...koreksi. Jauuuuuh sebelum manusia bisa memelihara ayam, ada alien yang 'terdampar' di bumi. Dan karena satu dan lain hal, mereka harus menculik wanita bumi, untuk membantu reproduksi kaum mereka, lalu Areta sang tokoh utama terlibat di dalamnya.
Tergantung orang, mungkin ada yang menganggap alasan para alien ini sangat tolol.
Tapi buat saya, sangat masuk akal, kok, bahwa mereka mau memastikan adanya keturunan ini.
I mean, naluri untuk meninggalkan keturunan itu sesuatu yang wajar kok sebagai makhluk hidup.
Satu lagi yang saya agak kesal, layout buku ini bikin mata capek!!
Tapi selain itu, pengarang ini layak dipantau buku-buku selanjutnya.
Selasa, 17 Desember 2013
I Want to Hear Your Voice
Dibuka dengan kisah seorang perawat bernama Kanako, yang suatu hari bertemu dengan pasien cilik bernama Kengo, yang kedua orang tuanya tuna rungu.
Dokter yang menangani anak tersebut tidak merasa perlu menjelaskan lewat tulisan karena menganggap sudah cukup dengan menjelaskannya pada kakek-nenek anak itu. Kanako yang tidak senang dengan diskriminasi tersebut tetap berusaha menjelaskan tentang penyakit yang diderita Kengo dengan menggunakan bahasa isyarat. Dari situ, Kanako kemudian mengetahui bahwa selama ini Kengo dan Miho, adik perempuannya tidak pernah berkomunikasi dengan orang tua mereka.
Terlahir dari orang tua yang tuna rungu, itulah kondisi Kanoko, si pencerita dalam buku ini. Walau banyak kesulitan, berkat nenek yang selalu mendampingi keluarga mereka, Kanako tumbuh dengan sehat. Namun, seiring pertumbuhannya, Kanoko mulai merasakan ketidaknyamanan akan kondisi orang tuanya. Hal ini pertama dirasakan olehnya ketika masuk taman bermain. Namun, Kanako tetap merasa bahagia, karena kedua orang tuanya selalu memahami keinginannya.
Ujian terbesar bagi keluarga Kanako mungkin dimulai ketika masa SD. Kanako mulai merasa malu akibat ejekan teman-temannya tentang orang tuanya. Kesedihan itu berkembang jadi ketidak puasan yang ditimpakan pada orang tuanya. Sempat terjadi gesekan-gesekan dalam keluarga, namun, sekali lagi, keberadaan nenek membuat Kanako paham bahwa cinta orang tuanya tidak terganggu sebagaimana indera mereka, dan bahwa kedua orang tuanya tidak pernah berharap untuk terlahir demikian.
Ditulis dengan gaya bercerita yang sederhana, namun mampu menggambarkan dengan sangat mengharukan, bagaimana kehidupan seorang anak, mulai dari terlahir hingga dewasa dan memutuskan untuk menjadi perawat yang memihak orang-orang dengan keterbatasan yang sering kali dipandang rendah oleh dokter, yang seharusnya melayani masyarakat yang membutuhkan.
Namun buku ini tidak lantas menjadikan mereka sebagai pihak yang ‘jahat’, namun lebih ke arah ‘betapa orang-orang mudah sekali melupakan mereka yang kurang beruntung’, serta betapa mudahnya jika kita memang ingin saling memahami, tanpa dihalangi oleh kekurangan kita.
Kamis, 14 Februari 2013
Chotto Kawaii Iron Maiden
"Sampai sejauh mana kau bisa melakukan kekerasan demi tujuanmu?" - Demikianlah kalimat pembuka komik unik ini.
Berfokus pada Klub Penyiksaan di sebuah sekolah khusus putri - yang entah kenapa bisa-bisanya meloloskan cowok crossdresser dan guru waria - dimana Yuzuki Mutou masuk sebagai siswa baru. Karena sebuah pertanyaan jebakan (literally) dalam ujian masuk yang dijawab dengan serius olehnya, Yuzuki ditarik oleh Klub Penyiksaan sebagai anggota baru. Konon, bakatnya sudah dicium pula oleh berbagai Klub, seperti Klub Cuci Otak dan interogasi - pokoknya semua yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan sekolah putri.
Terlepas dari seringnya Yuzuki menyangkal penyiksaan, toh pelan-pelan bakat alaminya mulai menunjukkan warna aslinya.
Beberapa adegan di komik ini cukup vulgar, tapi alih-alih bikin malas, yang ada malah mengundang tawa. Apalagi ketika Yuzuki sedang kumat daya khayal dan keluar bakat sebagai penyiksanya. Karena, seperti kata Aoi, senior Yuzuki;
"Di dalam penyiksaan tidak ada penonton. Yang ada hanyalah yang disiksa, dan penyiksa."

Lollipop Chainsaw (Manga)
Bagaimana jika di dunia ini ada profesi yang namanya Zombie Hunter?
Sudah biasa?
Baiklah;
Bagaimana kalau di dunia ini ada seorang cheerlader manis yang ternyata berprofesi sebagai Zombie Hunter, bersenjatakan hp ber-chainsaw?
Terdengar abusrd? Yap. Itulah tujuan utama kisah ini.
Diangkat dari game populer Lollipop Chainsaw, game ini bersetting di masa lalu Juliet Starling, sang tokoh utama. Juliet terlahir sebagai putri kedua keluarga Starling, yang telah memburu para mayat hidup turun-temurun. Tapi, karena kisah cintanya selalu kandas akibat zombie dan chainsaw, Juliet sempat ingin cuci tangan dari dunia Zombie Hunter... sampai kemudian dia bertemu Nick, cowok biasa yang jadi pacarnya. Juliet masih menolak jadi Zombie Hunter, tapi kemudian menyadari, dia memang harus memburu zombie, karena selancar apapun kisah cintanya sekarang, zombie takkan musnah.
Selain Juliet, komik ini juga menyorot lebih dalam tentang guru dan keluarga Juliet - kecuali sang ibu yang memang hanya tampil di good ending gamenya.

Selasa, 05 Februari 2013
Himitsu Keisatsu FILE:01-Escape-
Lupakan ilustrasinya yang mungkin kurang menawan dibandingkan novel vocaloid lainnya, Himitsu Keisatsu ini sangat menarik!
Secara singkat, novel ini berkisah tentang Divisi Pendataan kepolisian, yang sebenarnya merupakan kumpulan orang-orang bermasalah, sehingga dimutasi ke sana; Opsir Len yang trauma senjata sehingga terpaksa hengkang sebagai polisi patroli. Mantan Wakil Inspektur Miku yang disapih karena mengembangkan sistem pengawasan CCTV yang sangat ketat di masyarakat. Mantan Public Security Bureau kaito yang terpaksa mundur karena punya masalah dengan matanya. Meiko...dia sih hanya kebanyakan minum dan tidak kerja.
Kasus buku pertama ini menyorot seorang Divisi Pendataan dan seorang Tuan Putri yang minggat ketika melakukan kunjungan kenegaraan. Tak usah ditanya lagi bahwa setelahnya mereka terlibat dalam aksi terorisme seorang 'musuh lama' Kaito, yang menjalin kerja sama dengan satu pihak tak terduga.
Gaya penceritaannya sederhana, dan menyisipkan humor (termasuk internal joke) yang cukup konyol sehingga tidak bosan. Setelah dibikin depresi dengan Shujin series, novel ala Odoru Daisousakan ini sangat menghibur.

Langganan:
Postingan (Atom)






